Salah satu fitrah seorang anak adalah ingin senantiasa berada didekat ibunya. Karena bagi mereka ibu adalah sumber kasih sayang, cinta kasih, penuh kelembutan,tempat bermanja, tempat bercerita dan berkeluh kesah. Ini terjadi dan terbukti sejak mereka masih pada usia dini. Bisa kita buktikan bayi baru lahir secara refleks akan mencari air susu ibu, ini terbukti pada saat mereka didekap atau dibaringkan secara spontan bayi akan mencari puting susu sebagai sumber makanan dan lebih jauh lagi sebenarnya bayi juga mencari dekapan hangat dan cinta kasih dari sang ibu.
Alangkah berat hidup seorang bayi yang ditolak kelahirannya oleh ibu kandungnya sendiri. Tapi maaf mungkin sekarang saya belum bisa membahas yang ini. Jadi setelah bayi itu lahir dan tumbuh mereka senantiasa merasa ingin berlama-lama dengan ibunya karena dengan ibunyalah mereka mendapatkan kehangatan, kasihsayang, belaian dan cinta selain tentunya dari ayah atau orang terdekat lainnya. Keinginan mereka untuk senantiasa dekat dengan ibu juga dapat kita lihat saat mereka menangis atau sedih bila ditinggal ibu bekerja misalnya atau kepasar, arisan dll yang intinya anak tidak ikut serta bersama dengan ibunya....
Ini terbukti sekali dengan yang saya hadapi, mungkin juga kepada ibu muda ataupun tua (hehe.....) yang lain terutama yang mempunyai tugas khusus selain tugas utama mereka mengasuh dan membesarkan buah hatinya....
Terkadang saat saya harus berangkat kekantor si sulung Lia , 3.5tahun, menangis minta dibawa dan permintaannya sulit untuk ditawar, kadang ini juga bisa menjadi dilema bagi ibu bekarja dimana sebagian waktunya tidak bersama buah hatinya. Bagi saya pribadi saat anak saya menangis tatkala saya tinggal pergi entah itu saat mengajar, praktek, mengisi penyuluhan atau seminar dan yang lain rasanya saya juga ingin menangis karena sara kasian dan sayang serta tidak tega melihat anak yang masih ingin bersama kita tapi kita harus menunaikan tugas yang lain.... Memang betul apa yang dikatakan teman bahwa itu adalah sebuah dilema tapi memang dalam hidup kita harus memilih dan bagi saya hidup adalah ladang amal sebagaimana dikatakan rasulullah SAW bahwa "Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesama"
Kalo kita bisa memilih dengan pilihan cantik dan cerdas kenapa tidak? maksud saya disini kalo dengan kepergian kita meninggalkan anak untuk sementara waktu dalam rangka menebar manfaat untuk orang lain saya kita itu adalah pilihan cantik... Lalu yang menjadi pertanyaan sekarang bagaimana dengan hak anak2 kita.??

Ternyata dari yang saya alami dan saya lihat serta survei kecil2an bahwa kebersamaan dengan anak tidak hanya berbanding lurus dengan kuantitas tapi jauh lebih efektif pada qualitas pertemuan dan kebersamaan antara ibu dan anak.
Jadi belum tentu ibu yang seharian bersama buah hatinya tercinta mempunyai hubungan atau tingkat kedekatan yang lebih dibanding dengan ibu yang misalnya 10jam bersama dengan anaknya dengan kualitas yang lebih baik.
Ini biasanya terjadi pada kasus ibu rumah tangga yang bersama dengan anaknya tapi jarang mengajak serta anaknya berdiskusi,turut serta melakukan aktivitas didapur, atau sekedar mengajak sang anak berbicara dari hati ke hati. Jadi si Ibu hanya sibuk sendiri dirumah seperti nonton sinetron, ngerumpi dengan pembantu, nenangga, dll.
Saya jadi teringat dengan sebuah keluarga dekat di NTB. Bapaknya selain mencari nafkah juga mempunyai kesibukan seperti memberi training motivasi, seminar, talk show dan lain2 karena bapak ini adalah seorang motivator walaupun dalam skala lokal. Sang istripun tidak kalah sibuknya...., walaupun beliau adalah ibu rumah tangga yang tidak bekarja sebagai PNS atau yang lain tapi sang ibu diamanahi sebagai ketua kewanitaan tk propinsi sebuah yayasan. Lalu apakah ketiga anak mereka jadi terbengkalai dan tidak dengan ibunya? ternyata tidak sama sekali yang ada justru anak-anak yang tumbuh lebih dewasa dari anak seumurannya, mandiri, ringan tangan, dan mudah beradaptasi dengan lingkungan baru persis seperti kedua orang tuanya. Ternyata ini semua berangkat pada resep keluarga ini untuk memberikan kualitas kebersamaan yang bagus untuk anak2 mereka. Salahsatu cara misalnya dengan tidak membawa pekerjaan kantor kerumah, atau kalaupun mendesak dengan cara mengerjakan pekerjaan kantor setelah anak2 mereka tidur, atau juga dengan mengajari anak permainan, bacaan alquran atau huruf bacaan yang lain sesuai dengan umurnya, mendengarkann celoteh anak dan lain2.

Ada juga cerita seorang teman yang studi PhD di Jepang dimana harus berangkat pagi pulang malam, dengan waktunya yang mungkin sangat terbatas tetap bisa membesarkan buah hatinya bahkan sang buah hati mempunyai bakat yang sangat menonjol berupa menggambar.

Nah bagi teman2ku yang kebetulan bekerja, study, berorganisasi dan melakukan aktivitas diluar rumah.... Jangan berkecil hati...., kalo kita tidak bisa menambah jam kebersamaan kita maka perbaikilah kualitas kebersamaan kita dengan sang buah hati..... terus bagi teman2 yang lain yang punya kiat khusus memperbaiki kualitas tadi bagi ilmunya dong......

Ayo siapa yang berani menerima tantangan...... Saya tunggu partisipasinya....

27 CommentsChronological   Reverse   Threaded
zubiayusuf wrote on Apr 5
Ditunggu sambungannya ya mbak...
klikazzahra wrote on Apr 5
Alangkah berat hidup seorang bayi yang ditolak kelahirannya oleh ibu kandungnya sendiri
harus dibahas dong pak.. ^_^

Pak, tulisan bapak ini berlaku gak ya buat ibu asuh.. kalo ibu asuhnya punya kecintaan yang sama seperti ibu kandung.. apa anak juga akan punya kedekatan emosional yang sama? en sebaliknya?

ditunggu sambungannya..
dwhy wrote on Apr 5
terus terang saya bukan termasuk orang yg gampang deket ama anak kecil... tapi liat anak sendiri yg kok maunya lengket trus ama ibunya..suka takjub sendiri. kok mau ya:)
diyas wrote on Apr 5
dilematis memang, makanya saya memutuskan untuk berhenti bekerja dulu sampai anak2 ngerti...
prambanan wrote on Apr 6
iya tuh..kalo anak-anakku mo tidur nyari ibunya....giliran pada bangun mao mainan nyari bapaknya
tapi emang bener sih..lkedekatan dengan ibunya emang lebih dibanding kedekatan dengan bapak
..
btw nulisnya sambil nunggu pasien ya..hehehe
italutfiana wrote on Apr 6
yaaaahhh... ayo dong bu... nulisnya jangan dicicil... kayak cerita bersambung aja niiihhh... ditunggu yah ... agak maksa... :) sekalian, gimana ya rasanya anak yang lahir kemudian ditinggal ibunya karena meninggal...
mycelyn wrote on Apr 6
Iya.. memang itulah dilema ibu yang bekerja ya.. aku juga ngalamin mbak..
rifanacholidah wrote on Apr 7, edited on Apr 7
Buat kilazzahra: Kok panggilnya pak sih......


Hihi.....100000x. Mbak Ita...,pak gogod tolo00000ooong.... aku wanita lho... ~_~
rifanacholidah wrote on Apr 7
Ditunggu sambungannya ya mbak...
Insya Allah...., maklumlah.... internet di Indonesia timbul tenggelam mbak. Kadang ngiri juga sama teman2 yang di LN internet kayak air PDAM sj, lancar dan cepattttt....
Saya tulis artikel ini juga pinjem komucator suami. hehe... pake kartu handphone, ternyata cepat juga pake indosat.....
rifanacholidah wrote on Apr 7, edited on Apr 7
Buat italutfiana: Kayak nyaur utang ya....

Kalo tentang anak yang ditinggal meninggal ibunya itu ada kisah nyatanya yaitu saya dan adik saya....

Jadi ibunda kami meninggal pada usia 36tahun. waktu itu saya masih berusia 11 tahun dan adik saya 28 hari..., adik lahir lahir tgl 3 Januari 1990, ibu meninggal tgl 1 februarinya....
Setelah Beliau meninggal itulah cita-cita saya semakin mengkristal untuk menjadi seorang dokter agar tidak ada lagi anak2 yang kehilangan ibunya....

Ada doa untuk ibu tercinta
"kasihilah dia disana....
didalam kesendiriannya....
lapangkanlah alam kuburnya....
Terangilah dengan cahayaMu...
Duhai Robbi..
.Ampunkan dia....
Sejahterakan dengan nikmatmu....
yang tak pudar ditelan masa...
Ijinkanlah kami meminta....."
rifanacholidah wrote on Apr 7, edited on Apr 7
Buat prambanan: Jadi critanya tuh....
Nulisnya hari ahad jam 02.30 Waktu Indonesia Tengah. biar cepat ngantuk saya bawa nulis.......
Eh bener juga ternyata ditengah2 nulis jadi ngantuk...., mungkin cocok juga kali terapi beginian buat pasien saya yang insomnia ya..., nah pas sekarang mau melanjutkan jadi blank....., habis idenya.... Duh repot deh
Comment deleted at the request of the author.
rifanacholidah wrote on Apr 7
Pilihan bagus juga teh...
Dulu saya juga berpikir begitu... tapi setelah berpikir bahwa dokter muslimah masih sangat sedikit dan tidak sebanding sengan jumlah muslimah yang ada semangatku untuk berhenti bekerja jadi pudar....
Terus teh dina nggak pengin kerja lagi?
prambanan wrote on Apr 7
, mungkin cocok juga kali terapi beginian buat pasien saya yang insomnia
hehehe..kalo aku didepan computer tambah melek mbak..biar sampai pagi....
.
oiya...emang dik Yana (klik azzahra) belum kenalan yah
aku juga belum sih..tapi malah istriku dah kopdar hehehe....
italutfiana wrote on Apr 8
ada kisah nyatanya yaitu saya dan adik saya....
maaf mbak.. jadi mengingatkan... sama nih, saya juga seriiiing banget mikirin anaknya sahabat saya yg meninggal karena kanker payudara itu.. anaknya 3 dan yang paling kecil masih bayi... kalau deket, sudah saya minta aja baby-nya... ini jauh... kalau saya main sama anak-anak saya, tau sendiri khan... gimana 'jatuh cinta'nya anak2 saya ma ibunya... manjanya, ngalemnya... jadi mikir sendiri... gimana yah dengan mereka yang sudah nggak punya ibu sejak kecil... o iya... kok bisa di depan komputer jd ngantuk ? biasanya saya malah bablas aja tuuuhhh.... keasikan di depan kompie, tau2 dah jam seginiiii aja.... ada yg salah kali yaaa... kok beda nih ma bu dokter... hehehe
rifanacholidah wrote on Apr 9
maaf mbak.. jadi mengingatkan... sama nih, saya juga seriiiing banget mikirin anaknya sahabat saya yg meninggal karena kanker payudara itu.. anaknya 3 dan yang paling kecil masih bayi... kalau deket, sudah saya minta aja baby-nya... ini jauh... kalau saya main sama anak-anak saya, tau sendiri khan... gimana 'jatuh cinta'nya anak2 saya ma ibunya... manjanya, ngalemnya... jadi mikir sendiri... gimana yah dengan mereka yang sudah nggak punya ibu sejak kecil... o iya... kok bisa di depan komputer jd ngantuk ? biasanya saya malah bablas aja tuuuhhh.... keasikan di depan kompie, tau2 dah jam seginiiii aja.... ada yg salah kali yaaa... kok beda nih ma bu dokter... hehehe
Memang kalo kita berpikir dari pikiran kita sebagai manusia, kayaknya kasian gitu ya mbak..., tapi Allah maha tahu yang terbaik untuk kita...., Insya Allah.
tentang didepan komputer, hari itu saya belum tidur dari subuh sampai jam 3 dinihari hari berikutnya, jadi deh..., zzzzzzz, alias ngantuk
rifanacholidah wrote on Apr 9
hehehe..kalo aku didepan computer tambah melek mbak..biar sampai pagi....
.
oiya...emang dik Yana (klik azzahra) belum kenalan yah
aku juga belum sih..tapi malah istriku dah kopdar hehehe....
berarti sama kayak mbak Ita tuh....

Hati-hati, komputerkaholik lho.
qhiqhio wrote on Apr 9
Belum punya kiat-kiat khususnya neh.. maunya seh nunggu dibagiin, hehehehe.................
rifanacholidah wrote on Apr 9
qhiqhio said
Belum punya kiat-kiat khususnya neh.. maunya seh nunggu dibagiin, hehehehe.................
kiat khususnya kan salah satunya jangan bawa pekerjaan dapur ke rumah...., eh salah, pekerjaan kantor ding
rifanacholidah wrote on Apr 9
harus dibahas dong pak.. ^_^

Pak, tulisan bapak ini berlaku gak ya buat ibu asuh.. kalo ibu asuhnya punya kecintaan yang sama seperti ibu kandung.. apa anak juga akan punya kedekatan emosional yang sama? en sebaliknya?

ditunggu sambungannya..
Mbak..., I am woman lho..., hiks. Jadi please don't call me "PAK"
peace.....
rifanacholidah wrote on Apr 9
mycelyn said
Iya.. memang itulah dilema ibu yang bekerja ya.. aku juga ngalamin mbak..
sama juga denganku berarti..., tapi jangan berkecil hati ya.....
Pasti bisa
qhiqhio wrote on Apr 9
kiat khususnya kan salah satunya jangan bawa pekerjaan dapur ke rumah...., eh salah, pekerjaan kantor ding
udah ga ngantor lagi neh bu Dokter, gimana donk...
*yang sibuk mo nyari kerjaan*
rifanacholidah wrote on Apr 9
Kalo baru pulang dari Ausie biasanya jadi OKB=Orang Kaya Baru. Jadi gak perlu kerja ki....
qhiqhio wrote on Apr 9
OKB!!!!!!!!!!! ahahahahaa... tapi sebelum jadi OKB mesti kerja juga khan demi sekarung dollar...
rifanacholidah wrote on Apr 10
qhiqhio said
OKB!!!!!!!!!!! ahahahahaa... tapi sebelum jadi OKB mesti kerja juga khan demi sekarung dollar...
Kenapa carinya cuman sekarung.....???! tanggung ki. 2 karung gimana? (satunya buat aku....) qeqeqeqeq....
tejorini wrote on Apr 11
Jadi belum tentu ibu yang seharian bersama buah hatinya tercinta mempunyai hubungan atau tingkat kedekatan yang lebih dibanding dengan ibu yang misalnya 10jam bersama dengan anaknya dengan kualitas yang lebih baik.
aku seharian ama anakku mbak... hasilnya emang jadi ga terlalu mandiri... kalo yang bayi saya memunggungi sedikit nangis, yang besar2 tidak bisa tidur kalau ayah bunda tidak tidur... sampe pernah bilang 'saya mau tidur, gimana nih...' leh... tuh kan sambil saya nulis anakku nangis hehehe
ga mau dia kalo liat saya mengerjakan sesuatu....
anyway jadi wanita karir ga salah loh
rifanacholidah wrote on Apr 11
aku seharian ama anakku mbak... hasilnya emang jadi ga terlalu mandiri... kalo yang bayi saya memunggungi sedikit nangis, yang besar2 tidak bisa tidur kalau ayah bunda tidak tidur... sampe pernah bilang 'saya mau tidur, gimana nih...' leh... tuh kan sambil saya nulis anakku nangis hehehe
ga mau dia kalo liat saya mengerjakan sesuatu....
anyway jadi wanita karir ga salah loh
Setuju mbak..., jadi wanita karier memang tdk salah....
Kalo tentang anakmungkin karena dari awal samaan terus jadi agak tergantung sama kedua orangtuanya... dilatih sering2 main sama teman sebaya nya mbak...
Semoga berhasil...
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Template design - Copyright © 2005 Bernd Willenberg