Saya ingin berbagi pengalaman ini dengan teman – teman semua, karena saya mengalami hal ini lebih dari sekali bahkan termasuk dalam kategori sering. Kisah ini bermula pada suatu pagi, saya teringat salah satu saudara saya yang ada di jawa. Saudara saya ini termasuk kurang mampu dalam segi ekonomi. Alhamdulillah karena saya ada rejeki, lalu saya kirim sebagiannya untuk saudara tadi melalui bapak saya. Kebetulan sore hari saya membuka praktek dokter di rumah, biasanya pasien yang datang tidak terlalu banyak, maklumlah tempat praktek saya agak masuk kedalam, jauh dari jalan raya. Tetapi Subhanallah, hari itu jumlah pasien yang datang 2x lipat jumlahnya, walaupun agak capek tapi senang juga rasanya. Dari kisah ini kita bisa lihat bahwa Allah akan melipat gandakan pahala dan rizki orang yang berinfak dan bersodakoh di Jaan-Nya, bahkan dibalas saat itu juga. Jadi rugi sekali orang yang berpikir bahwa dia akan jatuh miskin dengan bersodakoh kepada kerabat, fakir mskin, anak yatin dan kaum dhuafa yang lain. Selain yang tersebut diatas, banyak juga keuntungan yang sain salah satunya menyambung silaturrohim, dan mengasah kepekaan dan sensitifitas kita terhadap pendeitaan saudara2 kita. Semoga cerita ini bisa kita jadikan penyemangat bagi kita semua, tapi jangan salah niat lho, bersodakoh hanya karena ingin balasan yang lebih banyak, wah..., kalo itu yang terjadi, berarti kita nggak ikhlas mengharapkan ridho Allah.