rifana's posts with tag: dekat dengan ibu

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag dekat dengan ibu
Salah satu fitrah seorang anak adalah ingin senantiasa berada didekat ibunya. Karena bagi mereka ibu adalah sumber kasih sayang, cinta kasih, penuh kelembutan,tempat bermanja, tempat bercerita dan berkeluh kesah. Ini terjadi dan terbukti sejak mereka masih pada usia dini. Bisa kita buktikan bayi baru lahir secara refleks akan mencari air susu ibu, ini terbukti pada saat mereka didekap atau dibaringkan secara spontan bayi akan mencari puting susu sebagai sumber makanan dan lebih jauh lagi sebenarnya bayi juga mencari dekapan hangat dan cinta kasih dari sang ibu.
Alangkah berat hidup seorang bayi yang ditolak kelahirannya oleh ibu kandungnya sendiri. Tapi maaf mungkin sekarang saya belum bisa membahas yang ini. Jadi setelah bayi itu lahir dan tumbuh mereka senantiasa merasa ingin berlama-lama dengan ibunya karena dengan ibunyalah mereka mendapatkan kehangatan, kasihsayang, belaian dan cinta selain tentunya dari ayah atau orang terdekat lainnya. Keinginan mereka untuk senantiasa dekat dengan ibu juga dapat kita lihat saat mereka menangis atau sedih bila ditinggal ibu bekerja misalnya atau kepasar, arisan dll yang intinya anak tidak ikut serta bersama dengan ibunya....
Ini terbukti sekali dengan yang saya hadapi, mungkin juga kepada ibu muda ataupun tua (hehe.....) yang lain terutama yang mempunyai tugas khusus selain tugas utama mereka mengasuh dan membesarkan buah hatinya....
Terkadang saat saya harus berangkat kekantor si sulung Lia , 3.5tahun, menangis minta dibawa dan permintaannya sulit untuk ditawar, kadang ini juga bisa menjadi dilema bagi ibu bekarja dimana sebagian waktunya tidak bersama buah hatinya. Bagi saya pribadi saat anak saya menangis tatkala saya tinggal pergi entah itu saat mengajar, praktek, mengisi penyuluhan atau seminar dan yang lain rasanya saya juga ingin menangis karena sara kasian dan sayang serta tidak tega melihat anak yang masih ingin bersama kita tapi kita harus menunaikan tugas yang lain.... Memang betul apa yang dikatakan teman bahwa itu adalah sebuah dilema tapi memang dalam hidup kita harus memilih dan bagi saya hidup adalah ladang amal sebagaimana dikatakan rasulullah SAW bahwa "Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesama"
Kalo kita bisa memilih dengan pilihan cantik dan cerdas kenapa tidak? maksud saya disini kalo dengan kepergian kita meninggalkan anak untuk sementara waktu dalam rangka menebar manfaat untuk orang lain saya kita itu adalah pilihan cantik... Lalu yang menjadi pertanyaan sekarang bagaimana dengan hak anak2 kita.??

Ternyata dari yang saya alami dan saya lihat serta survei kecil2an bahwa kebersamaan dengan anak tidak hanya berbanding lurus dengan kuantitas tapi jauh lebih efektif pada qualitas pertemuan dan kebersamaan antara ibu dan anak.
Jadi belum tentu ibu yang seharian bersama buah hatinya tercinta mempunyai hubungan atau tingkat kedekatan yang lebih dibanding dengan ibu yang misalnya 10jam bersama dengan anaknya dengan kualitas yang lebih baik.
Ini biasanya terjadi pada kasus ibu rumah tangga yang bersama dengan anaknya tapi jarang mengajak serta anaknya berdiskusi,turut serta melakukan aktivitas didapur, atau sekedar mengajak sang anak berbicara dari hati ke hati. Jadi si Ibu hanya sibuk sendiri dirumah seperti nonton sinetron, ngerumpi dengan pembantu, nenangga, dll.
Saya jadi teringat dengan sebuah keluarga dekat di NTB. Bapaknya selain mencari nafkah juga mempunyai kesibukan seperti memberi training motivasi, seminar, talk show dan lain2 karena bapak ini adalah seorang motivator walaupun dalam skala lokal. Sang istripun tidak kalah sibuknya...., walaupun beliau adalah ibu rumah tangga yang tidak bekarja sebagai PNS atau yang lain tapi sang ibu diamanahi sebagai ketua kewanitaan tk propinsi sebuah yayasan. Lalu apakah ketiga anak mereka jadi terbengkalai dan tidak dengan ibunya? ternyata tidak sama sekali yang ada justru anak-anak yang tumbuh lebih dewasa dari anak seumurannya, mandiri, ringan tangan, dan mudah beradaptasi dengan lingkungan baru persis seperti kedua orang tuanya. Ternyata ini semua berangkat pada resep keluarga ini untuk memberikan kualitas kebersamaan yang bagus untuk anak2 mereka. Salahsatu cara misalnya dengan tidak membawa pekerjaan kantor kerumah, atau kalaupun mendesak dengan cara mengerjakan pekerjaan kantor setelah anak2 mereka tidur, atau juga dengan mengajari anak permainan, bacaan alquran atau huruf bacaan yang lain sesuai dengan umurnya, mendengarkann celoteh anak dan lain2.

Ada juga cerita seorang teman yang studi PhD di Jepang dimana harus berangkat pagi pulang malam, dengan waktunya yang mungkin sangat terbatas tetap bisa membesarkan buah hatinya bahkan sang buah hati mempunyai bakat yang sangat menonjol berupa menggambar.

Nah bagi teman2ku yang kebetulan bekerja, study, berorganisasi dan melakukan aktivitas diluar rumah.... Jangan berkecil hati...., kalo kita tidak bisa menambah jam kebersamaan kita maka perbaikilah kualitas kebersamaan kita dengan sang buah hati..... terus bagi teman2 yang lain yang punya kiat khusus memperbaiki kualitas tadi bagi ilmunya dong......

Ayo siapa yang berani menerima tantangan...... Saya tunggu partisipasinya....

© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Template design - Copyright © 2005 Bernd Willenberg